1. Menempatkan Kamera di Posisi yang Salah
Banyak orang memasang kamera terlalu tinggi, menghadap cahaya langsung, atau di sudut yang tidak efektif. Akibatnya, wajah pelaku atau detail penting tidak terekam dengan jelas.
Cara menghindari:
- Pasang kamera di ketinggian ±2,5–3 meter agar tidak mudah dijangkau, tapi masih bisa merekam detail.
- Pastikan sudut kamera mencakup area penting seperti pintu, kasir, atau jalan masuk.
- Hindari posisi yang berlawanan langsung dengan sinar matahari atau lampu agar gambar tidak silau.
2. Menggunakan Kabel dan Konektor Berkualitas Rendah
Sering terjadi pemasangan menggunakan kabel murah atau konektor yang tidak standar. Hal ini bisa menurunkan kualitas video, bahkan menyebabkan kamera tidak berfungsi.
Cara menghindari:
- Pilih kabel yang sesuai dengan jenis CCTV (coaxial untuk analog, UTP Cat5e/Cat6 untuk IP camera).
- Gunakan konektor yang kuat (BNC atau RJ45) dan pastikan terpasang rapat.
- Lindungi kabel dengan pipa conduit agar aman dari gigitan tikus dan cuaca.
3. Tidak Memperhatikan Pencahayaan
Kamera CCTV tanpa pencahayaan tambahan sering menghasilkan gambar gelap atau buram, terutama di malam hari.
Cara menghindari:
- Gunakan kamera dengan infrared (IR) night vision untuk merekam dalam gelap.
- Tambahkan lampu LED di area rawan.
- Lakukan pengecekan hasil rekaman di siang dan malam hari.
4. Melewatkan Pengaturan Jaringan (untuk IP Camera)
Banyak yang hanya memasang kamera IP tanpa setting jaringan yang benar. Akibatnya, kamera tidak bisa diakses dari smartphone atau komputer.
Cara menghindari:
- Atur IP address statis untuk kamera agar tidak berubah.
- Gunakan fitur port forwarding pada router atau NVR/cloud untuk akses jarak jauh.
- Pastikan jaringan WiFi/LAN aman dengan password kuat untuk mencegah peretasan.
5. Tidak Memperhitungkan Penyimpanan Rekaman
Kesalahan lain adalah memakai harddisk biasa dengan kapasitas kecil. Hasilnya, rekaman cepat penuh atau harddisk cepat rusak karena dipaksa bekerja 24 jam.
Cara menghindari:
- Gunakan HDD khusus CCTV (Surveillance HDD) yang dirancang untuk bekerja terus-menerus.
- Sesuaikan kapasitas penyimpanan dengan jumlah kamera dan berapa lama rekaman ingin disimpan (misalnya 2 minggu atau 1 bulan).
- Aktifkan fitur motion detection recording, sehingga hanya merekam saat ada gerakan.
Simak artikel kami yang lain di bawah ini:
- tips Cara mencegah laptop anda overheating!
- Sejarah Munculnya CPU (Central Processing Unit)
- Apa Itu MousePad? Pandangan Mendalam tentang Alas Pengerakan Mouse
- Memahami Gigahertz: Dasar-dasar dan Peranannya dalam Kinerja Komputer
- Mengenal Apa itu MatLab? Pengertian,Fungsi, dan Fitur Utama
Jika Anda Mempunyai Permasalahan atau Kerusakan Pada perangkat Komputer, Laptop, printer, dll nya silahkan Hubungi kami Sekarang juga untuk mengatasi/Memperbaiki masalah pada perangkat anda. Perbaikan ditangani langsung oleh teknisi professional dan berpengalaman Jika anda Tertarik Silakan kunjungi Tempat Kami.


