preloader

5 Kesalahan Umum Saat Membuat Website Pertama Kali

5 Kesalahan Umum Saat Membuat Website Pertama Kali

Membuat website pertama kali bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, tapi juga menantang. Banyak pemula (dan bahkan bisnis kecil) melakukan kesalahan yang bisa berdampak besar terhadap performa, keamanan, atau bahkan reputasi brand. Nah, berikut ini adalah lima kesalahan umum yang sering terjadi, lengkap dengan penjelasan dan tips menghindarinya.

1. Tidak Menentukan Tujuan Website dengan Jelas

Masalah:
Banyak orang langsung membuat website tanpa tahu apa tujuan utamanya: apakah untuk portfolio, toko online, blog pribadi, atau profil perusahaan? Akibatnya, struktur dan kontennya jadi membingungkan.

Contoh:
Seseorang ingin menjual produk, tapi websitenya malah fokus pada cerita pribadi dan tanpa halaman toko atau fitur keranjang.

Solusi:
Sebelum mulai desain atau beli domain, tentukan tujuan utama website kamu. Tanyakan pada diri sendiri:

  • Website ini untuk siapa?
  • Apa yang saya ingin pengunjung lakukan? (misalnya: beli, daftar, baca, kontak)
  • Bagaimana saya mengukur keberhasilannya?

2. Memilih Desain atau Tema yang Tidak Responsif

Masalah:
Desain yang hanya bagus di layar desktop tapi rusak di HP atau tablet. Padahal, lebih dari 60% pengguna internet saat ini menggunakan perangkat mobile.

Contoh:
Teks terlalu kecil di HP, tombol terlalu dekat, atau gambar tidak muat di layar.

Solusi:
Selalu gunakan tema atau template responsif, baik di WordPress, Webflow, Wix, atau platform lainnya. Uji tampilan websitemu di berbagai perangkat sebelum diluncurkan.

3. Konten yang Minim, Tidak Relevan, atau Asal Copy-Paste

Masalah:
Website yang baru sering kali berisi sedikit informasi atau justru penuh dengan teks hasil menyalin dari tempat lain. Ini buruk untuk pengalaman pengguna dan SEO.

Contoh:
Halaman “Tentang Kami” kosong, halaman produk tanpa deskripsi, atau artikel blog hasil copy-paste dari situs lain.

Solusi:
Tulis konten original yang relevan, jelas, dan sesuai dengan audiens target kamu. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari jargon teknis kalau tidak perlu.

4. Mengabaikan SEO Dasar

Masalah:
Website jadi susah ditemukan di Google karena tidak dioptimasi dari awal. Banyak pemula menganggap SEO bisa “nanti saja”, padahal langkah awal seperti struktur URL, heading, dan meta tag sangat penting.

Contoh:
URL seperti www.situskamu.com/page1 tanpa judul yang jelas, atau semua halaman punya title yang sama: “My Website”.

Solusi:
Pelajari dan terapkan SEO on-page dasar:

  • Gunakan struktur heading (H1, H2, H3)
  • Tambahkan meta title dan description
  • Optimasi gambar (ukuran & alt text)
  • Gunakan keyword yang relevan dan alami

5. Tidak Mengamankan Website Sejak Awal

Masalah:
Banyak pemula lupa mengamankan websitenya dari potensi ancaman siber. Website tanpa SSL, login tanpa proteksi, atau lupa backup data bisa berisiko diretas.

Contoh:
Penggunaan password default seperti “admin123”, tidak pakai SSL (https), dan tidak pernah backup.

Solusi:

  • Aktifkan SSL certificate (https)
  • Gunakan password kuat dan ganti secara berkala
  • Tambahkan plugin keamanan (seperti Wordfence untuk WordPress)
  • Rutin backup website ke cloud atau server lokal

Penutup

Membangun website pertama memang butuh proses belajar. Tapi dengan menghindari lima kesalahan umum di atas, kamu sudah selangkah lebih maju menuju website yang profesional, aman, dan efektif. Jangan takut mencoba—yang penting, selalu evaluasi dan perbaiki.

Simak artikel kami yang lain di bawah ini :

Ingin membuat sebuah Website tapi bingung cara bikin nya? tenang Powercode Solusi nya! Pembuatan website anda akan ditangani oleh programmer terbaik kami Silahkan kunjungi pembuatan Website Kami.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *