preloader

Mengapa Onboarding yang Terlalu Panjang Bisa Membuat Pengguna Pergi?

Onboarding aplikasi terlalu panjang adalah salah satu penyebab utama pengguna baru pergi sebelum sempat merasakan manfaat produk. Mereka mengunduh aplikasi dengan penuh semangat. Namun, mereka langsung bertemu belasan layar pengantar, formulir panjang, dan permintaan izin yang datang bertubi-tubi. Akibatnya, banyak orang menutup aplikasi dan tidak pernah kembali.

Masalah ini jarang terlihat di ruang rapat. Tim produk sudah hafal alurnya, sehingga semua langkah terasa wajar. Pengguna baru berada di posisi yang berbeda. Mereka belum percaya pada aplikasi Anda, dan mereka punya banyak pilihan lain di toko aplikasi.

Artikel ini membahas apa itu onboarding aplikasi, tanda bahwa alurnya sudah kepanjangan, tujuh alasan pengguna pergi, sampai cara memperbaikinya. Selain itu, Anda akan menemukan contoh alur yang lebih ringkas dan daftar periksa yang bisa langsung dipakai tim Anda.

Onboarding aplikasi terlalu panjang membuat pengguna bingung dan meninggalkan aplikasi
.

Daftar Isi

Apa Itu Onboarding Aplikasi dan Mengapa Penting?

Onboarding aplikasi adalah rangkaian pengalaman pertama yang membantu pengguna baru memahami dan memakai produk. Rangkaian ini mencakup layar sambutan, pendaftaran, pengaturan awal, tur fitur, sampai tugas pertama yang berhasil diselesaikan.

Tujuannya sederhana, yaitu mengantar pengguna ke momen “aha”. Momen ini muncul saat mereka merasakan nilai aplikasi untuk pertama kali. Misalnya, pengguna aplikasi catatan berhasil menyimpan catatan pertamanya. Pengguna aplikasi keuangan juga langsung melihat saldo dan pengeluarannya dalam satu layar.

Onboarding penting karena menjadi kesan pertama. Survei Populix tentang UI/UX aplikasi seluler, seperti diulas Info Komputer, menemukan bahwa 69% responden menilai UI/UX memengaruhi keputusan mereka untuk terus memakai atau menghapus aplikasi. Onboarding adalah bagian UI/UX yang pertama kali mereka lihat. Karena itu, onboarding aplikasi yang buruk bisa menggugurkan pengguna sebelum fitur terbaik Anda sempat tampil.

Kapan Onboarding Aplikasi Terlalu Panjang Mulai Bermasalah?

Tidak ada angka ajaib untuk jumlah layar. Aplikasi perbankan memang butuh verifikasi identitas, sedangkan aplikasi pemutar musik hampir tidak butuh apa pun. Ukuran yang lebih tepat adalah jarak antara saat pengguna membuka aplikasi dan saat mereka merasakan manfaat pertama.

Onboarding aplikasi terlalu panjang biasanya punya ciri berikut:

  • Pengguna harus melewati banyak layar sebelum melihat fitur utama.
  • Formulir meminta data yang belum dibutuhkan.
  • Tur fitur menjelaskan semuanya sekaligus.
  • Tidak ada tombol lewati.
  • Pendaftaran wajib muncul sebelum pengguna bisa mencoba apa pun.

Jika tim Anda menemukan dua ciri atau lebih, saatnya mengaudit alur. Pantau juga data analitik. Penurunan tajam pada layar tertentu menandakan titik gesekan yang perlu segera diperbaiki.

Baca juga: Redesign Aplikasi Tanpa Kehilangan Identitas Brand: Apa yang Perlu Diperhatikan?

7 Alasan Onboarding Aplikasi Terlalu Panjang Membuat Pengguna Pergi

Setiap alasan di bawah ini saling berkaitan. Namun, memahaminya satu per satu membantu tim Anda menentukan bagian mana yang harus dipangkas lebih dulu.

1. Onboarding Aplikasi Menunda Manfaat Produk

Pengguna datang dengan tujuan. Mereka ingin memesan makanan, memantau saldo, atau mencatat kegiatan. Setiap layar tambahan menunda tujuan itu. Dengan kata lain, onboarding aplikasi terlalu panjang meminta pengguna membayar di depan sebelum menerima apa pun.

Sebaliknya, alur yang cepat membuktikan nilai aplikasi lebih dulu. Pengguna yang sudah merasakan manfaatnya lebih rela mengisi data tambahan.

2. Beban Kognitif Menumpuk

Memori kerja manusia terbatas. Tur sepuluh fitur dalam sekali jalan membuat pengguna hanya mengingat satu atau dua fitur. Selain itu, mereka belum punya konteks. Penjelasan tentang tombol yang belum pernah dipakai akan cepat terlupakan.

Oleh karena itu, ajarkan fitur saat pengguna membutuhkannya. Petunjuk singkat di layar yang relevan jauh lebih efektif daripada tur panjang di awal.

3. Formulir Pendaftaran Terlalu Panjang

Setiap kolom menambah usaha. Di ponsel, mengetik terasa lebih lambat dan lebih mudah salah. Selain itu, permintaan data pribadi seperti tanggal lahir atau alamat sebelum pengguna paham alasannya memicu rasa curiga.

Mintalah hanya data yang benar-benar dibutuhkan untuk langkah berikutnya. Data lain bisa menunggu sampai pengguna sudah aktif.

4. Permintaan Izin Datang Sebelum Waktunya

Banyak aplikasi langsung meminta izin notifikasi, lokasi, dan kontak di layar pertama. Padahal pengguna belum tahu manfaatnya. Pedoman desain platform seluler umumnya menyarankan agar aplikasi meminta izin saat fitur terkait dipakai. Alasannya jelas, yaitu konteks membuat permintaan itu lebih mudah dipahami.

Contohnya, minta izin lokasi ketika pengguna menekan tombol “Cari Toko Terdekat”, bukan saat aplikasi pertama kali terbuka.

5. Pengguna Tidak Bisa Melewati atau Menunda

Alur tanpa tombol lewati membuat pengguna merasa terkunci. Pengguna lama yang menginstal ulang aplikasi paling merasakan hal ini. Mereka sudah tahu cara kerjanya, tetapi tetap harus mengetuk layar demi layar.

Karena itu, onboarding aplikasi terlalu panjang sering terasa memaksa. Berikan kontrol kepada pengguna lewat tombol lewati dan opsi “Nanti Saja”.

6. Satu Alur untuk Semua Jenis Pengguna

Pengguna baru memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang ingin mencoba cepat, ada yang butuh penjelasan, dan ada yang sudah ahli di aplikasi serupa. Satu alur panjang untuk semua orang akan membosankan sebagian pengguna dan membingungkan sebagian lainnya.

Solusinya sederhana. Ajukan satu pertanyaan tujuan di awal, lalu sesuaikan langkah berikutnya dengan jawabannya.

7. Performa Aplikasi Memperburuk Rasa Lelah

Layar yang lambat dimuat membuat alur terasa lebih panjang daripada kenyataannya. Animasi berat, gambar besar, dan jeda antarlangkah menambah frustrasi. Jika produk Anda juga punya sisi web, pelajari Core Web Vitals untuk mengukur kecepatan dan stabilitas tampilan. Peran CDN juga penting untuk mempercepat pengiriman aset.

Verifikasi akun yang rumit ikut menambah beban. Keamanan memang penting. Namun, keamanan yang baik tidak harus membuat pengguna kewalahan, seperti dibahas dalam Keamanan Website: 10 Cara Ampuh Cegah Peretasan.

Alur onboarding aplikasi yang ringkas dengan satu tujuan utama
Alur yang ringkas membawa pengguna ke manfaat pertama dengan lebih cepat.

Dampak Bisnis dari Alur Pembuka yang Melelahkan

Dampaknya melampaui angka unduhan. Pertama, biaya akuisisi terbuang. Iklan membawa pengguna ke aplikasi, tetapi alur pembuka yang berat membuat mereka pergi. Kedua, tingkat aktivasi turun, sehingga fitur andalan jarang tersentuh.

Ketiga, ulasan buruk muncul di toko aplikasi. Calon pengguna lain membaca ulasan itu lalu ragu untuk mengunduh. Keempat, tim dukungan menerima pertanyaan yang sebenarnya bisa terjawab oleh alur yang lebih jelas.

Dengan demikian, onboarding aplikasi bukan sekadar urusan desain. Alur ini memengaruhi pendapatan, reputasi, dan beban kerja tim.

Cara Memperbaiki Onboarding Aplikasi agar Lebih Ringkas

Perbaikan tidak harus dimulai dari nol. Anda cukup menjalankan langkah berikut secara berurutan.

  1. Tentukan satu tindakan kunci. Pilih tindakan yang paling menandakan pengguna sudah merasakan nilai, misalnya mengirim pesan pertama atau menyelesaikan pesanan pertama.
  2. Pangkas layar dan kolom. Hapus semua langkah yang tidak membantu pengguna mencapai tindakan kunci itu.
  3. Tunda pendaftaran. Biarkan pengguna mencoba fitur inti lebih dulu. Minta mereka mendaftar saat ingin menyimpan hasil kerja.
  4. Terapkan onboarding bertahap. Tampilkan petunjuk singkat pada saat fitur dipakai, bukan semuanya di awal.
  5. Minta izin secara kontekstual. Jelaskan manfaatnya dalam satu kalimat tepat sebelum sistem menampilkan dialog izin.
  6. Beri kontrol penuh. Sediakan tombol lewati dan penanda progres, supaya pengguna tahu sisa langkahnya.
  7. Ukur dan uji. Pantau tingkat keluar pada setiap langkah, lalu uji perubahan dengan beberapa pengguna nyata sebelum dirilis.

Perbedaan hasil antara dua pendekatan ini bisa terlihat jelas pada tabel berikut.

AspekOnboarding PanjangOnboarding Ringkas
Layar sebelum fitur utamaBanyakSatu sampai tiga
Data yang dimintaLengkap di awalSeperlunya, bertahap
Tur fiturSemua sekaligusSaat fitur dibutuhkan
Permintaan izinSemua di layar pertamaSaat fitur dipakai
Kontrol penggunaTanpa tombol lewatiBisa lewati kapan saja

Contoh Alur Onboarding Aplikasi yang Ringkas

Bayangkan aplikasi pemesanan makanan. Alur yang ringkas bisa berjalan seperti ini:

  1. Satu layar sambutan berisi satu kalimat manfaat dan tombol “Mulai”.
  2. Pengguna langsung masuk ke beranda dengan daftar restoran terdekat.
  3. Petunjuk singkat muncul saat pengguna membuka menu pertama.
  4. Pendaftaran baru muncul ketika pengguna menekan tombol pesan.
  5. Izin notifikasi diminta setelah pesanan pertama selesai, dengan alasan jelas: kabar status pengantaran.

Alur ini tetap lengkap. Bedanya, setiap langkah muncul pada saat pengguna benar-benar membutuhkannya.

Daftar Periksa Cepat untuk Tim Anda

  • Apakah pengguna bisa melihat nilai utama dalam menit pertama?
  • Apakah setiap kolom formulir benar-benar dibutuhkan sekarang?
  • Apakah ada tombol lewati di setiap layar pengantar?
  • Apakah izin sistem diminta pada saat yang relevan?
  • Apakah tingkat keluar per langkah sudah terpantau?

Jika audit menunjukkan alur perlu dirombak total, pertimbangkan juga kondisi fondasi aplikasinya. Aplikasi lama sering sulit diubah alurnya, sehingga Legacy System Modernization: Kapan Software Lama Perlu Diperbarui? layak Anda baca. Tim yang masih menimbang antara membangun sendiri dan memakai produk jadi bisa membuka Build vs Buy: Lebih Baik Membuat Software Sendiri atau Menggunakan Produk Jadi?.

Tim produk mengaudit alur pengguna baru pada sebuah aplikasi
.

Kesimpulan: Onboarding Aplikasi yang Ringkas Menjaga Pengguna Bertahan

Onboarding aplikasi terlalu panjang membuat pengguna menunggu terlalu lama sebelum merasakan manfaat. Selain itu, alur seperti ini menumpuk beban pikiran, meminta data terlalu dini, dan membatasi kontrol pengguna. Hasilnya, pengguna pergi sebelum aplikasi sempat membuktikan nilainya.

Kabar baiknya, perbaikan bisa dilakukan bertahap. Mulailah dari satu tindakan kunci, pangkas langkah yang tidak perlu, lalu ukur hasilnya. Dengan begitu, tim Anda bisa mengubah onboarding aplikasi dari penghalang menjadi jalan pintas menuju pengguna yang aktif.

Butuh mitra untuk merancang atau membenahi aplikasi dengan alur pertama yang nyaman? Tim kami siap membantu lewat layanan pengembangan aplikasi dan website Powercode.

Artikel Menarik Lainnya di Blog Powercode

Lanjutkan membaca topik teknologi lain yang relevan untuk bisnis dan tim pengembang Anda:

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *