preloader

Kesalahan Desain yang Membuat Brand Terlihat Tidak Profesional

Kesalahan desain visual, desain grafis brand, dan branding tidak konsisten sering membuat bisnis terlihat tidak profesional. Pelajari jenis kesalahan desain paling umum, contoh nyata, serta cara memperbaikinya agar brand lebih dipercaya dan menarik pelanggan.

Desain bukan sekadar soal estetika. Dalam dunia branding, desain adalah wajah utama sebuah brand. Sebelum pelanggan membaca produk, memahami layanan, atau membandingkan harga, hal pertama yang mereka lihat adalah tampilan visual. Sayangnya, banyak bisnis—terutama UMKM dan startup—melakukan kesalahan desain yang membuat brand terlihat kurang profesional, bahkan tidak dapat dipercaya.

Artikel ini akan membahas kesalahan desain paling umum, contoh nyata di lapangan, serta solusi praktis agar brand kamu tampil lebih kuat dan meyakinkan.

Mengapa Desain Sangat Berpengaruh pada Citra Brand?

Desain yang baik menciptakan kesan:

  • Profesional
  • Terpercaya
  • Konsisten
  • Mudah diingat

Sebaliknya, desain yang buruk dapat membuat calon pelanggan ragu, meskipun produk atau layanan yang ditawarkan sebenarnya berkualitas.

Menurut riset branding, pengguna hanya membutuhkan kurang dari 5 detik untuk menilai kredibilitas sebuah brand dari tampilannya.

Kesalahan Desain yang Paling Sering Terjadi

1. Desain Tidak Konsisten di Berbagai Media

Salah satu kesalahan terbesar adalah ketidakkonsistenan visual, seperti:

  • Logo berbeda antara website dan media sosial
  • Warna brand berubah-ubah
  • Gaya desain feed Instagram tidak seragam

Contoh nyata:

Sebuah bisnis menggunakan logo berwarna biru di website, tetapi versi hitam-putih di marketplace, dan versi lain di banner promosi. Akibatnya, brand terlihat tidak terkelola dengan baik.

Solusi:
Gunakan brand guideline yang mencakup logo, warna, font, dan gaya visual secara konsisten.

2. Pemilihan Font yang Tidak Profesional

Font memiliki peran besar dalam menyampaikan karakter brand. Kesalahan yang sering terjadi:

  • Terlalu banyak jenis font
  • Font sulit dibaca
  • Font tidak sesuai dengan target audiens

Contoh nyata:

Brand jasa profesional menggunakan font dekoratif seperti tulisan kartun. Hasilnya, brand terlihat tidak serius dan kurang kredibel.

Solusi:
Gunakan maksimal 2–3 jenis font, pilih font yang mudah dibaca dan sesuai dengan karakter bisnis.

3. Warna Terlalu Ramai dan Tidak Selaras

Warna memang menarik perhatian, tetapi penggunaan warna berlebihan justru membuat desain terlihat amatir.

Kesalahan umum:

  • Terlalu banyak warna dalam satu desain
  • Kombinasi warna yang saling bertabrakan
  • Tidak memiliki warna utama brand

Solusi:
Gunakan palet warna terbatas (2–4 warna utama) dan pahami makna psikologi warna untuk brand kamu.

4. Layout Berantakan dan Tidak Seimbang

Layout yang buruk membuat pengguna bingung dan cepat meninggalkan halaman.

Ciri layout tidak profesional:

  • Elemen terlalu rapat
  • Tidak ada ruang kosong (white space)
  • Informasi utama tidak menonjol

Contoh nyata:

Website toko online dengan tombol beli kecil, teks panjang tanpa jeda, dan gambar tidak sejajar.

Solusi:
Gunakan prinsip hierarki visual dan white space agar desain lebih rapi dan nyaman dilihat.

5. Menggunakan Gambar Berkualitas Rendah

Gambar buram, pecah, atau tidak relevan sangat merusak citra brand.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Mengambil gambar dari Google tanpa kualitas baik
  • Menggunakan foto tidak sesuai konteks
  • Resolusi gambar terlalu kecil

Solusi:
Gunakan:

  • Foto original
  • Stock image berkualitas tinggi
  • Resolusi yang sesuai dengan media publikasi

6. Terlalu Mengikuti Tren Tanpa Identitas Brand

Mengikuti tren desain memang penting, tetapi jika berlebihan justru membuat brand kehilangan identitas.

Contoh nyata:

Brand berganti-ganti gaya desain setiap bulan mengikuti tren media sosial, sehingga sulit dikenali oleh audiens.

Solusi:
Gunakan tren sebagai pelengkap, bukan identitas utama. Pastikan desain tetap mencerminkan karakter brand.

Dampak Buruk Kesalahan Desain bagi Bisnis

Jika kesalahan desain dibiarkan, dampaknya antara lain:

  • Brand sulit dipercaya
  • Penurunan konversi penjualan
  • Engagement rendah di media sosial
  • Sulit bersaing dengan kompetitor

Desain bukan biaya, melainkan investasi jangka panjang.

Kesimpulan

Desain yang profesional bukan berarti harus mahal atau rumit. Yang terpenting adalah konsistensi, keterbacaan, dan kesesuaian dengan brand identity. Dengan menghindari kesalahan desain seperti font berantakan, warna tidak selaras, layout kacau, dan visual berkualitas rendah, brand kamu bisa terlihat jauh lebih profesional dan dipercaya.

Ajakan Bertindak (CTA)

Sekarang saatnya kamu mengevaluasi desain brand-mu.
👉 Cek logo, warna, font, dan tampilan media sosial kamu hari ini.
👉 Perbaiki satu kesalahan desain terlebih dahulu, lalu lihat perbedaannya.
👉 Jika perlu, konsultasikan dengan desainer profesional agar brand kamu tampil lebih kuat, konsisten, dan meyakinkan.

Brand yang terlihat profesional adalah langkah pertama menuju kepercayaan dan penjualan yang lebih tinggi 🚀

Simak artikel kami yang lain di bawah ini :

Ingin membuat sebuah Website tapi bingung cara bikin nya? tenang Powercode Solusi nya! Pembuatan website anda akan ditangani oleh programmer terbaik kami Silahkan kunjungi pembuatan Website Kami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *